Skip to content

Apa arti Hukum?

19 Maret 2012

Apa arti Hukum?

Untuk memahami sekilas tentang hukum mari kita pelajari beberapa hal dari Buku Sendi-sendi Ilmu Hukum&Tata Hukum karangan Prof Purnadi Purbacaraka, SH dan Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H.,M.A.

Disiplin hukum mecakup antara lain :

(1) Ajaran yang menentukan apakah seyogyanya atau seharusnya dilakukan (preskriptif) maupun
(2) Yang senyatanya dilakukan (deskriptif) di dalam hidup

Disiplin hukum tersebut mencakup ilmu hukum, politik hukum dan filsafat hukum.

Sebagai kumpulan dari pelbagai cabang ilmu pengetahuan, ilmu hukum mencakup :

– ilmu tentang kaedah (normwissenschaft)
– ilmu pengertian (dogmatik hukum)
– ilmu kenyataan (tatschenwissenschaft atau seinwissenschaft)

Arti Hukum

Di atas adalah penjelasan secaRa ilmiah, bila berdasarkan pendapat masyarakat sebagai berikut:

1) Hukum sebagai ilmu pengetahuan yakni pengetahuan yg tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran

2. Hukum sebagai disiplin, yakni suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi

3. Hukum sebagai kaedah, yakni pedoman atau patokan sikap tindak atau perikelakuan yang pantas atau diharapkan.

4.Hukum sebagai tata hukum, yakni struktur dan proses perangkat kaedah-kaedah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis.

5. Hukum sebagai petugas, yakni pribadi-pribadi yang  merupakan kalangan yang berhubuungan erat dengan penegakan hukum (law enforcement officer)

6. Hukum sebagai keputusan penguasa ,

7. Hukum sebagai proses pemerintahan

8. Hukum sebagai sikap tindak ajeg atau perikelakuan yg “teratur”, yaitu perikelakuan yang diulang-ulang untuk mencapai kedamaian

9. Hukum sebagai  jalinan nilai-nilai, yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk (G. Duncan Mitchell:1977)

Unsur-unsur Hukum

Untuk memahami hubungan antara ilmu-ilmu hukum dengan hukum positif (tertulis) yang sinonim dengan tata hukum, perlu ditinjau sejenak perihal unsur-unsur hukum atau “gegevens van het recht”. Unsur-unsur hukum tersebut mencakup unsur idiil serta unsur riil. Unsur idiil tersebut mencakup hasrat susila dan rasio manusia: hasrat susila menghasilkan azas2 hukum (“rechtsbeginzelen”: misalnya tidak ada hukuman tanpa kesalahan) sedang manusia menghasilkan pengertian-pengertian hukum (“rechtsbegrippen, misalnya: subyek hukum, hak dan kewajiban dan seterusnya).

Unsur riil terdiri dari manusia, kebudayaan materiil dan lingkungan alam. Apabila unsur idiil kemudian menghasilkan kaedah-kaedah hukum melalui filsafat hukum dan “normwissenschaft atau sollenwissenschaft”, maka unsur riil kemudian menghasilkan tata hukum. Di sini tidak boleh melupakan bahwa “tatsachenwissesschaft atau sollenwissenschaft” banyak berperan dalam pembentukan tata hukum.

2 Komentar
  1. dorel almir permalink

    setuju pak shiraj

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: