Skip to content

Kebijakan Energi Nasional

22 Januari 2013

Kebijakan Energi Nasional  telah dirancang oleh Dewan Energi Nasional pada 7 Maret 2012 dengan tujuan sebagai pedoman dalam pengelolaan energi dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi dalam mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Dan perubahan paradigma pengelolaan energi nasional, yang menempatkan sumber daya energi sebagai modal pembangunan nasional, bukan hanya komoditi ekspor.

Rancangan Kebijakan Energi Nasional mempunyai sasaran sebagai berikut :

A. Tercapainya elastisitas energi lebih kecil dari 1 (satu) pada tahun 2025 yang diselaraskan dengan target pertumbuhan ekonomi;

B. Tercapainya penurunan intensitas energi final sebesar 1 (satu) persen per tahun pada tahun 2025;

C. Tercapainya rasio elektrifikasi sebesar 85% pada tahun 2015 dan mendekati sebesar 100% pada tahun 2020;

D. Tercapainya rasio penggunaan gas rumah tangga pada tahun 2015 sebesar 85%;

E. Terpenuhinya sasaran penyediaan dan pemanfaatan energi melalui peningkatan penyediaan energi pada tahun 2025 sebesar 400 MTOE pada tahun 2050 menjadi sebesar 1000 MTOE; peningkatan pemanfaatan energi primer per kapita pada tahun 2025 sebesar 1,4 TOE per kapita dan pada tahun 2050 menjadi sebesar 3,2 TOE per kapita; peningkatan penyediaan kapasitas pembangkit listrik pada tahun 2025 sebesar 115 GW dan pada tahun 2050 menjadi sebesar 430 GW; peningkatan penggunaan listrik per kapita pada tahun 2025 sebesar 2500 KWh dan pada tahun 2050 menjadi sebesar 7000 KWh;

F. Tercapainya bauran energi primer yang optimal: pada tahun 2025 pangsa EBT mencapai paling sedikit 25%, dan pada tahun 2050 paling sedikit 40%. Mengurangi penggunaan minyak bumi menjadi lebih kecil dari 25% pada tahun 2025 dan lebih kecil dari 20% pada tahun 2050. Batubara masih menjadi andalan dalam penyediaan energi nasional, dengan pangsa yang relatif tetap, yaitu pada tahun 2025 minimal sebesar 30% dan pada tahun 2050 minimal sebesar 25%, apabila ketersediaan energi bersih belum mencapai sasaran. Penggunaan gas bumi didorong secara optimal, menjadi minimal 20% pada tahun 2025, dan minimal 15% pada tahun 2050, apabila ketersediaan energi bersih belum mencapai sasaran.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran Kebijakan Energi Nasional meliputi :

A. Ketersediaan energi;
B. Prioritas penyediaan energi;
C. Pemanfaatan sumber daya energi;
D. Cadangan energi nasional;
E. Konservasi dan diversifikasi;
F. Lingkungan dan keselamatan;
G. Harga, subsidi dan insentif energi;
H. Infrastruktur dan industri energi;
I. Penelitian dan pengembangan energi;
J. Kelembagaan dan pendanaan

Kebijakan Energi Nasional digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN).

(21 Januari 2013)

From → Energi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: